Review Sepatu Olahraga Lari untuk Wanita Saucony Grid A5 bagian 1


Review sepatu olahraga lari kali ini akan membahas sepatu olahraga lari yang secara peruntukan/genre agak berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Dimana kebanyakan mereview sepatu yang bergenre training. Selain itu beberapa review ke depan, agar lebih mewakilkan seluruh viewers, sekaligus memperingati kelahiran RA Kartini, maka sepatu atau running gear yang akan direview selama periode Meret – April adalah sepatu-sepatu yang akan menginspirasi para Kartini’s Runner

Yuk kita review sepatu olahraga lari Saucony Grid A5..

Ok, kita mulai review kali ini dengan sepatu yang memang sering jadi andalan untuk meningkatkan pace lari kita. Sorry keasikan, sebelumnya saya perkenalkan dulu sosok sepatu yang akan kita review ini. Namanya adalah Saucony Grid A5, kebanyakan sepatu model-model race ini biasanya akan mengorbankan kenyamanan dari sisi keempukan. NAMUN, sebetulnya sepatu race ini memiliki kenyamanan dari sisi berat dan desain seamless upper yang tidak dimiliki rata-rata sepatu empuk, yang cenderung berat dan berpenampilan seperti sepatu badut hehehe. TAPI untuk sepatu yang akan kita review ini, sepertinya merupakan jalan tengah dari isu klasik ketika berada di dalam situasi harus memilih satu sepatu yang dapat mengakomodir kebutuhan akan sepatu latihan dan sepatu race.

Idealnya menurut beberapa pakar memang sangat dianjurkan untuk memiliki beberapa tipe sepatu lari yang berbeda jenisnya, selain sebagai kebutuhan untuk merotasi sepatu yang dapat mengurangi resiko cedera, karena selalu memakai tipe sepatu yang sama. Padahal kita melakukan aktivitas lari yang bervariasi, baik dari sisi jarak, kecepatan, jenis lintasan, dll. Jadi hikmah yang bisa dipetik adalah selain harus menyesuaikan bentuk kaki kita dengan jenis sepatu, kita juga harus menyesuaikan jenis sepatu dengan jenis aktivitas lari yang akan kita lakukan. Dari perspektif lain, awalnya saya menduga kalau ini adalah akal-akalan dari sisi marketing saja.. hmm namun, sedikit banyak memang ada benarnya juga ternyata 🙂

runtastis saucony grid A5 bobot yang ringan

Biasanya penyakit sepatu tipe race ini memiliki bentuk ujung sepatu yang melancip (narrow toe box), hal ini terbukti dengan lebar toe box dari Saucony Grid A5 yang memang cenderung lancip (narrow) seperti yang terlihat pada foto di atas. Namun, karena kali ini model cewek dan rata-rata secara morfologi cewek memiki bentuk kaki yang cenderung lancip.. isu lebar toe box kali ini tidak menjadi suatu poin yang krusial.

Bila ditelisik lebih dalam, benang merah dari sepatu tipe race ini adalah di bagian outer sole pada aruntastis saucony grid A5 penampang solrea yang paling sering bersentuhan dengan permukaan jalan / lintasan biasanya diaplikasikan model outer sole yang sekilas terlihat seperti granula (bubble tea). Nah konsep model outer sole ini bertujuan untuk memaksimalkan daya cengkeram / traksi dengan permukaan jalan.


Biasanya si butir-butir karet tidak langsung menempel ke permukaan karet, TETAPI si butir-butir ini akan menempel dulu ke lapisan semacam kain jersey, nah baru si kain jersey ini yang akan menempel dengan karet. Hal ini dimaksudkan agar si butir-butir karet tersebut tidak mudah copot. Outersole model seperti itu dapat ditemukan di sepatu-sepatu race seperti pada New Balance seri RC, Mizuno Sayonara, dll. TAPI menurut saya Saucony agak sedikit over atau berlebihan untuk menempatkan outer sole yang high-grip seperti ini, dimana seharusnya bagian high-grip hanya ada di daerah lateral telapak kaki dan bola kaki dimana itu merupakan area yang paling sering bersentuhan. bersambung .. runtastis.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *